Tuesday, November 10, 2009

Laba-Laba

Dan aku pun meniti rintik dan pelik (dia berbahaya)
Mereka menguntit di balik tirai rindu (dia berbahaya)
Satu demi satu belati menebasnya (wajahmu berserakan di sana)
Satu demi satu menari berpuisi (ku tak berbicara)

Selesai sudah tak ada lagi cara berkuasa
Tak guna mencari genggam kabut berudara

Laba-laba saling beruntai
Mati setelah berbangkai
Tak kubiarkan kau menjeratku
Dengan jaring yang kau rangkai

Labels: , , , , , ,

Thursday, February 26, 2009

Tulisku pada status di facebook...

Teraya membiarkan angin bertiup menembus ubun-ubun di kepalanya yang sedang kosong...

 

dan pada multiply kutambahkan...

 

 

Datanglah para pecandu

Rasukilah aku seperti dulu

Bisikilah dengan dusta-dustamu yang biasa ku telan hingga tenggelam ke dalam waktu

Ajari jemariku menari dengan lihai, seperti bibirku dalam mengecup kepahitan

Bawa aku pada tandu kematian

Membelah lidah api seperti terbelahnya laut hitam

Palung-palung itu begitu dingin, begitu nyaman

Tempatku bersarang pada sebuah dimensi

Dimana hanya aku dan tuhanku yang mengerti

Aku merindu melangkah seorang diri

Bersandar pada angin dan semesta

Menjadi anak alam penangkal malapetaka

Datanglah para pecandu

Rasukilah aku seperti dulu

Tanpa dunia semaya kasat mata

Bisa apa aku?

Terbatas pada kata

 

Depok, 26 Feb 2009

Labels: , , , , , , ,

Monday, October 27, 2008

the truth

let me just say this
just for you to know
it hurts knowing the fact that i hope the least
i'd prefer not knowing the truth at all
when it's actually best to know
the unbearable truthful pain of the truth

thank you for keeping everything fair and square with me
now go chase your desired smile
it's not mine. it's not me
my smile has long gone within every immature heartache
it grew up into a vicious predator
a flesh-eating carnivore smile
the last thing you would kiss
and the last thing you would embrace into your deep sleep

look at me now
now this is the truth
my eyes are bursting into bloody tears
nevertheless...
can't you see that i'm truthfully smiling right now?

Labels: , , , , , , ,

Wednesday, October 08, 2008

Urusan Akhirat

kalo ada niat baik dan mulia, kenapa harus dilarang?
kalau ada kesepakatan yang bijaksana, kenapa harus dibilang salah?
kalau kata orang Tuhan bekerja dengan cara yang misterius, kenapa banyak yang bicara atas namaNya? Seolah-olah tau bener Dia bakal bilang apa...

kadang-kadang manusia terjebak dalam peraturan benar dan salah
lalu lupa ajaran yang paling dasar...

It's simply love, not lust.
Datangnya dari mana?
Yang gue percaya ya dari Tuhan - lalu kenapa gak boleh?
Kalau ini bisikan setan, yang muncul ya simply just lust...
But it isn't lust, right? It's love - the basis of all teaching I've known


(Inilah kenapa kadang gue males jadi orang beragama dan lebih memilih jadi orang yang spiritual - gue lelah menghakimi dan dihakimi dan lupa berbicara pake hati)

Labels:

Tuesday, February 19, 2008

Betapa indahnya masa kuliah...

Sebuah reply di blognya FIFA, temen SMA gue yang kuliah di FSRD ITB (klik namanya untuk link)


Betapa indahnya masa kuliah...
Dapet uang jajan dari org tua (belom lagi ditambah nyatutnya)
Dapet pencerahan dari kuliah2 keren (kuliah umum gak termasuk)
Belajar mandiri indekos (dan bebas nginep d mana aja, hiihihii)
Jeans robek kaos barong
Selinting daun surga di tepi danau UI sambil membaca novel "On the Road" karya Jack Kerouac
Atau mendengarkan MP3 dimana paman Jim menyanyikan lagu "Alabama Song"
Weekend tiba, saatnya manggung bersama band tercinta
Atau sekedar kongkow di sudut favorit cafe bawah tanah itu
Bir dan liquor gratisan pun tak jarang berdatangan (karena uda kenal waitress dan bartendernya)

Lalu gue lulus (bangsat..)
Bonyok gak mao kasih duit lagi (damn!!!)
Mendadak dilarang ngekost karena bonyok takut anaknya makin edan (kembali jadi benalu di rumah mama)
Bye bye jeans sobek, welcome rok bego
Bye bye kaos bali barong bolong2, welcome kemeja
Bye bye sendal jepit, welcome high heels
Bye bye bohemian lifestyle, welcome constructed life

Pada akhirnya kita selalu terpaksa menjadi baut kecil di sebuah clockwork raksasa, we're all Clockwork Orange at the end... hiks...

(Sastra UI dan FSRD ITB ternyata gak jauh beda yah, Fif...)

Labels: , , , , ,

Friday, December 21, 2007

berjuta-juta detik yang lalu

Aku adalah tanaman rambat yang melilit di pagar rumahmu. Ibuku rumput liar dan ayahku dandelion. Setiap malam aku merindu ranting-ranting kokoh yang diam-diam membelaiku, memperkenalkan aku pada ruangan tanpa batas antara mimpi dan kenyataan. Setiap saat dibawanya aku pada dunia penuh cermin tanpa kita harus bercermin. Cukup diperkenalkannya aku pada keindahan-keindahan lampu yang meredup di akhir tahun dengan setiap kecupan pertamanya. Aku dibuainya begitu lembut, oleh rangkaian puisi-puisi yang disenandungkannya diam-diam untukku setiap malam menjelang tidur. Tanpa perlu berkata-kata, kami saling tahu betapa kami merindu satu sama lain. Kami meniupkan kecupan tiap malam tanpa harus bertatap, karena hati kami saling terikat diantara mimpi-mimpi yang pernah kami rangkai. Kami memunguti mutiara dan menjadikannya bola mata kami. Bersama bias terangnya kami saling memeluk. Melihat keanggunan realitas khayal masa-masa itu, berjuta-juta detik yang lalu.

Labels: , , , ,

Hanya Sebuah Puisi Tanpa Arti

Perempuan itu kembali pada tempatnya di sudut ruang. Meringkuk dan membiarkan tubuhnya mengecil menjadi debu di tepian. Seandainya saja angin bisa meniupku kemanapun mereka mau, silahkan,  pikirnya.

Wajahnya tidak lagi seindah dahulu kala ketika senyum masih kerap kali menghiburnya. Kini yang tersisa hanya ruang-ruang kosong yang tertanam di hatinya.

Perempuan itu pernah hidup dan menyala. Kini cahayanya redup termakan sudut-sudut kesepian yang kosong. Jemarinya sudah kaku dan tak lagi menuliskan kata-kata. Rupanya arti sudah hilang dari pikirannya.

Perempuan itu kembali pada tempat menyepinya di sudut ruang. Merasakan benar-benar kepedihan yang paling dalam. Membiarkan rasa sakit mengajarinya arti hidup.

Labels: , ,

Monday, December 17, 2007

Bye bye, baby bye bye

You were there. I knew it. I felt it.
You were there. Inside me. You lived within me.
You were there. In progress of creating. In process of being.
You were there. Soulless. Bodiless. Nameless. Unnoticed.
But I don't care.
Deep inside, I believe you were there.

If my womb was too ferocious,
at least, you were there
alive  in my imagination

Labels: , , ,

Tuesday, December 11, 2007

Mengikat Sepatuku

Ibuku mengajarkan aku cara mengikat tali sepatu seperti mengikat dua kuping kelinci secara bersamaan. Tapi, mayoritas dari teman-temanku lebih suka mengikat tali sepatu seperti membiarkan seekor tupai lari mengitari sebatang pohon kecil. Mereka berdebat tentang cara mengikat sepatu yang paling benar, paling nyaman, dan paling mudah. Buatku, dua-duanya sama saja.

Tetapi kemudian aku menemukan cara mengikat tali sepatu yang lebih kreatif. Kumainkan tali sepatu seperti aku membiarkan tupai lari mengejar kelinci di bawah pohon kurus, lalu pohon tersebut tertiup angin hingga ranting-rantingnya kusut dan saling mengikat. Sementara kelinci dan tupai? Mereka piknik dan saling berbagi wortel serta kenari. Ibu dan teman-temanku tidak suka melihat caraku mengikat sepatu, menurut mereka caraku mengikat sepatu adalah penyimpangan dari cara-cara yang lebih benar. Aku tidak peduli, menurutku, tali sepatuku tampak lebih indah dan lebih sulit dilepas sekalipun aku terantuk batu. Aku sering dipandang sebagai anak aneh karena caraku mengikat sepatu, dan ibu serta teman-temanku masih saja mengeluh tentang caraku mengikat sepatu.

Ya, apa peduliku? Mereka bebas mengikat sepatunya dengan cara yang mereka mau. Itu sepatu mereka dan kaki mereka. Ini sepatuku dan ini kakiku. Cara seperti inilah yang paling cocok denganku, dan aku merasa sangat nyaman dengan caraku mengikat sepatuku. Apapun caranya dalam mengikat sepatu, tokh tujuannya tetap sama: mengikat tali sepatu agar tidak terlepas, terinjak, dan tersandung.

Labels: , , ,

Monday, November 05, 2007

Aimless Contemplation

choose life, choose a carieer...


The opening voice-over of Trainspotting the movie has been pasted in my mind for quite a while now. I still remember how it felt when I was mesmerized by the way that film's subtleness depicted its beauty. Transpotting as a beauty? For me, yes. The beauty of rebelling toward the so-called conventional system, and the beauty of coming-of phase in every man's life. I am really into that kindda stuff, that is sort of like my lifetime thesis.

This is what I've been doing whole my life. I choose. I am here now because I've made tons of decisions. I decided to major in the language class and ended up graduated from English Studies UI with quite a satisfaction. I decided to express my sadness and anger positively by singing. And I decided to teach, to share whatever I can share with others, because I have an urge to do so.

And here I am now, wondering around through mazes of choices. And I simply can't choose anything. I am, once again, in a state of complete blindness, mentally impaired, having to not knowing what I should do with my life. I thought I had been doing what I wanted to do, teaching, singing, writing, etcetera. But then again, I always confused along the way without achieving he best of whatever I've been doing. I feel like I am such a failure sometimes.

I really don't know what to do with my life at this moment. I am bored. I am confused. I choose not to move. I choose stagnancy. I need time to figure out my pace in life. Just for now, hopefully... I if I hate to be like this forever. I used to be the alpha girl in my society, I used to be the matador in the dusty field. Now, I am simply just a clueless girl in anothe life's maze...

Labels: , ,