Tuesday, November 10, 2009

Laba-Laba

Dan aku pun meniti rintik dan pelik (dia berbahaya)
Mereka menguntit di balik tirai rindu (dia berbahaya)
Satu demi satu belati menebasnya (wajahmu berserakan di sana)
Satu demi satu menari berpuisi (ku tak berbicara)

Selesai sudah tak ada lagi cara berkuasa
Tak guna mencari genggam kabut berudara

Laba-laba saling beruntai
Mati setelah berbangkai
Tak kubiarkan kau menjeratku
Dengan jaring yang kau rangkai

Labels: , , , , , ,

Monday, June 23, 2008

The Handmaid's Tale

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Margaret Atwood
I don't want to spoil anything, so I try my best to write this review without retelling the story.

First-half of the book is somewhat boring, but I do enjoy Atwood's imagination of how's the world would be like if women were man's property and had no rights to own money and get a job. It is a dystopian novel (To be more specific, it is somewhat a feminist-dystopian novel, which covers political and religius hypocrisy as well), sets near-future in a tyrannical country named Gilead. And as many other dystopian novels, hypocrisy is always the part of the society-in-power.

Then comes this last-half part of the book with all the suspenses and ironical symbolisms... I hardly ever put the book away from my sight for it is too intriguing to be left behind (reading the book becomes one of my priorities in my to-do-list these days) What unique about the book is, it mainly focuses on... oh, well, I can't spoil it... but I can tell you what I like best from the novel... it's the way Atwood describes the protagonist's feeling in details. The way the character sees things in the novel... it really takes my breath away several times and lets my mind review all those feminist theories_ only this time, in a very elegant way...

It's not a book that tells women to hate men... (the tone of the writing is very clever_ i found no "blaming-on-one-gender" tone) It's a book that tells people what it is like for women (and some men) when they had no access to financial independence, no rights to speak, and even no rights of the ownership of their own female body...

Pro-choice enthusiasts might find this book very interesting...
Pro-life enthusiasts might find this book as a useful input...
Feminists should read this book...
Anti-feminists MUST read this book...

(Fundamentalists... please read this book... heehee)

Labels: , ,

Monday, January 28, 2008

Keluarga Wiji Thukul Menolak Pengibaran Bendera Setengah Tiang

http://multiculturalmedia.multiply.com/journal/item/54/Tolak_Bendera_Setengah_Tiang_dan_Tuntut_Kejahatan_Soeharto

SIARAN PERS

KELUARGA WIJI THUKUL

MENOLAK PENGIBARAN BENDERA SETENGAH TIANG

DAN TETAP MENUNTUT PERTANGGUNGJAWABAN KEJAHATAN SOEHARTO DALAM KASUS PENGHILANGAN PAKSA AKTIVIS ANTI ORDE BARU

Hari ini, Soeharto telah dikuburkan di liang lahat, namun itu bukan berarti menguburkan kasus-kasus kejahatan kemanusiaan yang menjadi tanggungjawabnya selama Soeharto memerintah negeri ini selama 32 tahun. Opini yang berlebihan dan mobilisasi puja-puji terhadap Soeharto tidak membuat kami, keluarga Wiji Thukul (korban penghilangan paksa 1997-1998), berubah sikap. Tindakan Pemerintahan SBY-JK yang memerintahkan pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang adalah kebijakan yang berlebihan dan menyakiti hati jutaan rakyat Indonesia yang menjadi korban pelanggaran hak-hak sipil politik dan hak-hak ekonomi sosial budaya semasa Soeharto berkuasa. Hingga saat ini, kami, selaku adik kandung, istri, dan anak-anak Wiji Thukul, tidak pernah melupakan kebengisan kekuasaan Soeharto melalui aparat militer yang mengobrak-abrik rumah kami, mencuri buku-buku dan koleksi kaset kami dan membuat orang yang kami cintai, Wiji Thukul, hilang tak tentu rimbanya.

Untuk itu, sebagai bagian dari korban kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Soeharto, kami, keluarga Wiji Thukul, menolak mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang dan akan terus berjuang bersama seluruh korban menuntut pertanggungjawaban kejahatan kemanusiaan Soeharto, terutama untuk kasus penghilangan paksa aktivis anti Orde Baru.

Solo – Jakarta, 28 Januari 2008

Dyah Sujirah/Sipon (istri Wiji Thukul)
0817250854

Wahyu Susilo (adik kandung Wiji Thukul)
08129307964

Fitri Nganthi Wani (anak Wiji Thukul)

Fajar Merah (anak Wiji Thukul)

Labels: , , ,

Sunday, April 08, 2007

Exploring Dystopia: Dystopian timeline

http://hem.passagen.se/replikant/dystopia_timeline.htm
keren nih, gue dari dulu tertarik sama konsep distopia dalam sastra, dan situs ini bisa dikatakan nunjukkin timeline konsep pemikiran distopia dalam sejarah umat manusia. mulai dari muncullnya term "distopia" dan hubungannya dengan karya2 sastra, penemuan2 yang berpengaruh besar bagi mankind, dan peristiwa2 besar di dunia yang mengandung konsep distopia.

Labels: