Tuesday, November 10, 2009

Laba-Laba

Dan aku pun meniti rintik dan pelik (dia berbahaya)
Mereka menguntit di balik tirai rindu (dia berbahaya)
Satu demi satu belati menebasnya (wajahmu berserakan di sana)
Satu demi satu menari berpuisi (ku tak berbicara)

Selesai sudah tak ada lagi cara berkuasa
Tak guna mencari genggam kabut berudara

Laba-laba saling beruntai
Mati setelah berbangkai
Tak kubiarkan kau menjeratku
Dengan jaring yang kau rangkai

Labels: , , , , , ,

Tuesday, August 12, 2008

Karena gue cewek???

Pernah di sebuah panggung, Wonderbra dijadikan band penutup hanya karena satu alasan: vokalisnya berkelamin cewek, sementara pengisi acara yang lain tidak ada satu personil pun yang berkelamin cewek. Padahal, si penggelar acara nggak pernah denger gue nyanyi, belom pernah liat band gw manggung, dan intinya_ belom tau kemampuan musik kita. Pada acara itu, Wonderbra dihargai hanya karena sang vokalis berkelamin cewek...

Di sebuah panggung yang lain, seorang LO kampungan yang baru kenalan langsung ngajak gue nyanyi untuk proyek band-nya. Alasannya, dia butuh suara cewek. Lagi-lagi, sebenarnya belum pernah dengar gue bernyanyi, dia hanya butuh alasan untuk minta nomer telepon.

Tidak jarang band gue mendapatkan kemudahan dan exposure hanya karena gue adalah vokalis berkelamin cewek. Misalnya, sering dapat tawaran manggung karena di line-up gig tersebut belum ada satu band pun yang bervokalis cewek. Alasan orang adalah karena vokalis cewek itu sedikit, susah dicari, apalagi yang nge-rock. Dan dengan vokalis cewek itu, diharapkan lebih bisa mengharumkan panggung musik rock yang biasanya dijajah "pasukan batangan". Percaya atau tidak, bukan politisi cewek aja yang disediakan quota 30%, acara musik pun punya quota untuk cewek, dalam persentase yang angkanya masih mistis...

Nasib para gitaris cewek lebih gila lagi.. Gitar sudah lama jadi alat musik maskulin. Gitaris-gitaris cewek yang main musik metal, rock, atau blues tidak habis-habisnya naik-turun panggung dan keluar-masuk studio televisi lantaran dianggap hebat dan unik. Hal ini bikin gue bertanya-tanya, kalau ada gitaris cowok yang skill-nya sama okenya, atau bahkan lebih oke, apakah mereka akan dapat exposure yang sama? Gue hanya bertanya lho... bukan berarti nggak ngedukung gitaris cewek... Gue pun masih kalah jauh bila disandingkan dengan banyak vokalis-vokalis cowok lain. Chandil Seurieus misalnya... hehehe

Begitulah... Betapa gue sangat mudah tersinggung ketika penghargaan pretensius datang dengan alasan dibalik sebuah gender. Diskriminasi memang tidak semuanya merugikan, ada juga yang menguntungkan. Tapi hati nurani gue menolak exposure dan penghargaan dibalik keuntungan sebuah gender: "karena elo (vokalis) cewek"... Sebaiknya: "karena elo bisa nyanyi". Sungguh, gue akan sangat menghargai itu...

Mungkin, kalau gue androgin, orang-orang bisa mendengar suara gue dengan lebih jernih...

Labels: ,