Wednesday, March 08, 2006

Puisi-Puisi Anti RUU APP

Puisi-puisi yang ditulis kala "panas" dengan hak kepemilikan tubuh perempuan yang hendak direnggut. Yang ditulis kala "panas" dengan rasa terintimidasi. Yang ditulis kala "panas" saat merasa tidak dilindungi, terancam, terhakimi, oleh RUU Pornografi/Pornoaksi


TELANJANGI AKU

Raut wajahmu
Di hadapan ketelanjangan jiwaku
Menutupi pusaka juwita
Pertanda cinta dalam pelukan sang pujangga
Kala aroma tubuh polosmu menyelimuti aku
Menghangatkan aku dari dinginnya kesepian
Yang menusuk biru tulang-belulang
Disatukan dalam tiupan surgawi
Aku hanya milikmu
Payudara, bokong, paha, punggung, lengan

Telanjangi aku
Dengan bait-bait puisimu...

Maret 2006



APA SALAH TUBUHKU?

Apa Salah Tubuhku?
Sampai tega kau masukkan penjara
Kala sedikit kulit ingin bercumbu dengan udara
Sampai tega kau tatap penuh benci
Kala Ia bertanya arti eksistensi
Sampai tega kau rebut hak
Kala Ia ingin mencari setara

Apa salah tubuhku?
Apakah karena Tuhan menciptakannya begitu indah?

Margonda, 8 Maret 2006

*Selamat hari perempuan sedunia



LAGI-LAGI, APA SALAH TUBUHKU?

Lagi-lagi,
apa salah tubuhku?
Bila memang tubuhku salah,
adalah Tuhan yang menciptakannya dengan penuh keindahan
Maka bila anda menyalahkan tubuhku,tidakkah pernah terpikir...
Tubuh indah ini pemberian Tuhan
Lalu,
Apa salah tubuhku?
Sampai dijadikan lampu pengarah manusia-manusia ke langkah-langkah dosa
Sampai dijadikan simbol-simbol pelacur pemuas birahi yang membayangi pikiran-pikiran anda
Sampai dijadikan objyek keindahan manusia
Sampai harus dibungkus dibungkam diharamkan dihalalkan dikawinkan!
Di- Di- Di!!!

Ah perempuan!
Haruskah aku muak dengan keindahan yang Tuhan telah berikan
Karena mata-mata ini menatap penuh kebencian
"Kamu penyebab semua dosa!" kata mereka

Apa salah tubuhku?
Apakah karena Tuhan menciptakannya begitu indah?

Margonda, 8 Maret 2006

1 Comments:

Blogger My Past said...

Magdalena

Maka bersandinglah ia dengan dunia
menunjukkan rupa-rupa wanita bersujud atasNya
Dan aku pun mendengar isak tangis bergelayutan di pelupuk hatinya
Adalah hina yang memberinya damai

Monday, May 29, 2006  

Post a Comment

<< Home